Sebelum menjalani uji kompetensi BNSP yang difasilitasi oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang ditentukan, peserta uji kompetensi biasanya mendapatkan pembekalan materi yang disebut bimbingan teknis atau bimtek. Tujuan bimtek adalah untuk memberikan pembekalan pengetahuan kepada peserta uji kompetensi terhadap unit-unit kompetensi yang akan diujikan. Sertifikat keikutsertaan bimtek dapat dilampirkan sebagai salah satu syarat uji kompetensi.

Bimtek dilaksanakan oleh lembaga pelatihan atau Lembaga Diklat Profesi (LDP) yang terpisah fungsinya dari LSP. Durasi pelaksanaannya pun beragam, mulai 1 hingga 3 hari, tergantung banyaknya unit kompetensi dan tingkat kedalaman materi yang diberikan.

Misalnya, skema Kewirausahaan Industri Level IV yang memiliki 12 unit kompetensi sebagai berikut:

NoKode Unit KompetensiJudul Unit Kompetensi
1M.741000.001.01Melakukan survei pasar atas suatu produk
2M.741000.002.01Melakukan studi proses produksi suatu produk
3M.741000.004.01Melakukan survei sumber bahan baku dan bahan pembantu
4M.741000.005.01Melakukan analisis harga pulang pokok
5M.741000.006.01Menentukan jenis produk yang akan diusahakan
6M.741000.009.01Melakukan pengadaan mesin dan peralatan yang dibutuhkan
7M.741000.018.01Melakukan pengadaan bahan baku dan bahan pembantu
8M.741000.019.01Melakukan pengaturan penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu
9M.741000.021.01Memeriksa jenis, spesifikasi dan kondisi bahan baku dan bahan pembantu berdasarkan standar yang ditetapkan
10M.741000.023.01Melakukan promosi produk
11M.741000.024.01Melakukan survei atas pedagang atau toko penjual eceran produk sejenis
12M.741000.025.01Melakukan pemasaran produk akhir

Mengacu pada unit-unit kompetensi di atas, materi bimtek kewirausahaan industri berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

  • Melakukan Survei Pasar

Sebelum menentukan jenis produk dan melakukan produksi dalam jumlah besar, seorang wirausaha yang kompeten harus melakukan survei pasar untuk mempelajari produk apa yang paling diminati pasar, bagaimana perilaku konsumen yang dituju, kesesuaian harga produk dengan daya beli konsumen, cara pemasaran yang efektif, dan sebagainya.

Kegiatan survei pasar dapat dilakukan mulai dari menentukan tujuan survei, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat laporan hasil survei dan diakhiri dengan pengambilan keputusan. Sedangkan, untuk teknik pengumpulan data dapat menggunakan wawancara langsung, menggunakan kuesioner fisik maupun daring, melakukan observasi langsung di lapangan, menggunakan aplikasi daring, maupun berdasar literasi rujukan.

  • Menentukan Jenis Produk

Salah satu hasil yang didapat dari survei pasar adalah kebutuhan pasar akan suatu produk. Setelah mengetahui kebutuhan pasar akan suatu produk, dapat dilakukan perencanaan lebih mendalam dengan melakukan segmentasi pasar, meramu bauran pemasaran yang tepat terkait produk, harga, tempat dan cara promosi (4P), lalu diakhiri dengan analisis kompetitor, sehingga didapatkan penentuan produk yang tepat sesuai kebutuhan konsumen.

  • Pengadaan Bahan Baku dan Manajemen Pergudangan

Keterampilan lain yang harus dikuasai oleh seorang wirausaha sesuai SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) adalah pengadaan bahan baku dan bahan pendukung produksi berikut manajemen pergudangannya. Pengadaan bahan baku dan bahan pendukung meliputi aspek survei beberapa pemasok bahan baku dan bahan pendukung yang sesuai kebutuhan, baik dari segi harga, ketersediaan barang, biaya pengiriman dan berbagai fasilitas yang ditawarkan pemasok bahan baku.

Selain itu, penting juga seorang wirausaha yang kompeten memahami manajemen penyimpanan bahan baku dan bahan pendukung, terutama pencatatan dan dokumentasi yang meliputi tanggal pembelian, jumlah pembelian, tanggal kadaluarsa, pendistribusian dan penarikan.

  • Pengadaan Mesin dan Peralatan Produksi

Kapasitas produksi mesin, cara pengoperasian mesin, harga dan layanan purna jual merupakan hal-hal yang menjadi pertimbangan penting dalam pengadaan mesin dan peralatan produksi. Sehingga, sebelum memutuskan untuk membeli, seorang wirausaha yang kompeten perlu melakukan survei terhadap beberapa pemasok mesin dan peralatan produksi untuk mendapatkan penawaran terbaik.

  • Menghitung Harga Pulang Pokok

Harga pulang pokok harus dihitung secara teliti berdasarkan berbagai biaya produksi, baik biaya tetap maupun biaya tidak tetap. Kesalahan dalam menentukan harga pulang pokok dapat mengakibatkan kesalahan penentuan harga jual dan akan berakibat pada kerugian usaha.

  • Melakukan Pemasaran Produk

Tanpa dibarengi strategi pemasaran yang tepat, produk yang dihasilkan tidak akan terserap oleh pasar. Untuk itu, seorang wirausaha yang kompeten harus mampu melakukan perencanaan pemasaran, mulai dari membangun saluran distribusi menggunakan konsep reseller dan distributor, hingga merancang berbagai program promosi menggunakan media periklanan, media massa, media sosial, e-mail, dan berbagai media promosi lainnya.

Penawaran Bimtek & Sertifikasi Kompetensi BNSP Skema Kewirausahaan Industri

Penawaran Bimtek & Sertifikasi Kompetensi BNSP Skema Kewirausahaan Industri

Penawaran Bimtek & Sertifikasi Kompetensi BNSP Skema Kewirausahaan Industri

Jika Anda mendapat penawaran untuk mengikuti pelatihan, workshop, diklat (pendidikan dan pelatihan) atau pun bimbingan teknis (bimtek) kewirausahaan, pastikan bahwa materi pelatihan, workshop, diklat atau bimtek yang diberikan mengacu pada unit-unit kompetensi sesuai SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Sehingga, sertifikat keikutsertaan yang Anda peroleh dapat dilampirkan sebagai syarat uji kompetensi skema kewirausahaan industri. Karena materi-materi yang diberikan selama pelatihan, workshop, diklat atau bimtek yang Anda ikuti memang telah sesuai dengan unit-unit kompetensi skema kewirausahaan yang akan diujikan dan Anda dinyatakan telah mengikuti dan menguasai (kompeten).

Uniknya, beberapa waktu belakangan ini, bimtek kewirausahaan industri bukan hanya diminati oleh pelaku usaha, melainkan juga dosen dari berbagai perguruan tinggi. Sebagaimana diketahui, saat ini kewirausahaan menjadi salah satu mata kuliah yang wajib diikuti mahasiswa, sedangkan masih belum semua dosen memahami konsep kewirausahaan industri. Sehingga sangat penting bagi para dosen untuk mengikuti bimtek kewirausahaan industri berbasis SKKNI agar dapat menyampaikan materi kuliah secara lebih komprehensif kepada mahasiswa. Sedangkan bagi pelaku usaha, bimtek dan sertifikat kompetensi BNSP skema kewirausahaan industri dapat digunakan sebagai syarat untuk mengakses berbagai program pemerintah terkait pendampingan usaha, mengurus perizinan usaha dan mengikuti berbagai lomba kewirausahaan tingkat nasional.

Bimtek Kewirausahaan Industri: Menjadi Wirausaha Yang Kompeten

Satu komentar pada “Bimtek Kewirausahaan Industri: Menjadi Wirausaha Yang Kompeten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram