Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang menggencarkan pendidikan vokasi atau kejuruan sebagai salah satu solusi menciptakan tenaga kerja yang handal, profesional dan kompeten di bidangnya. Sebagaimana diketahui bersama, pendidikan vokasi lebih banyak memiliki muatan keterampilan dan praktek dibandingkan sekolah menengah pada umumnya.

Kelebihan pendidikan vokasi adalah para lulusannya lebih siap terjun ke dunia kerja karena telah dibekali ilmu-ilmu praktis dan selama pendidikan ada kewajiban menjalankan praktek kerja industri (prakerin) atau pun praktek kerja lapangan (PKL) di mana para siswa diterjunkan secara langsung ke dunia kerja sehingga dapat merasakan secara langsung gambaran dunia kerja sesungguhnya. Lamanya prakerin atau PKL ini berkisar antara 1 bulan hingga 6 bulan menyesuaikan kebijakan sekolah dan kesepakatan dengan dunia industri.

Salah satu kesenjangan yang dihadapi kurikulum pengajaran di pendidikan vokasi adalah pada saat melakukan praktek kerja di dunia kerja melalui prakerin atau PKL, para siswa praktek banyak yang kebingungan karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan selama praktek kerja industri. Jarang sekali ada orang yang membimbing dan mengarahkan para siswa praktek mengenai hal-hal apa yang harus dilakukan selama praktek kerja. Atau kadang-kadang justru ada dunia industri yang memperlakukan siswa praktek kerja sebagai tenaga kerja murah dengan jalan memberikan beban kerja sebagaimana pekerja industri pada umumnya sehingga tujuan praktek kerja tidak tercapai. Untuk itu diperlukan solusi yang memberikan kenyamanan bagi semua pihak, baik sekolah kejuruan sebagai pengirim siswa praktek, dunia industri sebagai penyedia tempat praktek, maupun siswa praktek itu sendiri.

Dalam pendidikan sistem ganda yang diterapkan di Jerman, pelatih tempat kerja memegang peran penting untuk menjamin keberhasilan program praktek kerja industri yang dilakukan siswa pendidikan vokasi. Seorang pelatih tempat kerja adalah pendidik di dunia kerja yang bertugas mengarahkan siswa prakerin atau PKL mengenai tugas-tugas yang harus mereka jalankan selama di dunia kerja. Selain tugas-tugas yang terkait dengan dunia industri, seorang pelatih tempat kerja juga berkewajiban mengarahkan nilai-nilai sosial dari para siswa prakerin atau PKL, seperti disiplin, tanggung jawab, kerjasama tim, dan sebagainya.

Melihat peran penting pelatih tempat kerja, KADIN Kota Kediri bekerjasama dengan IHK Trier Jerman berinisiatif menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Tempat Kerja Internasional Kualifikasi Dasar (AdAIB) Jerman. KADIN Jawa Timur, BKSP (Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi) Jawa Timur dan Pemkot Kota Kediri turut memfasilitasi kegiatan ini. Pelatihan ini sendiri berlangsung selama 7 hari penuh yang terdiri dari 5 hari (40 jam) pembekalan keterampilan dan 2 hari uji kompetensi pelatih tempat kerja. Sertifikat kompetensi bagi peserta yang lulus ujian nantinya akan berlaku secara internasional. Peserta pelatihan sejumlah 23 orang dengan berbagai latar belakang, di antaranya dari sekolah kejuruan, dunia industri dan pengajar mandiri (trainer).

Selama 5 hari pembekalan keterampilan pelatih tempat kerja, para peserta diharapkan mampu memahami alur tugas pelatih tempat kerja yang meliputi:

  1. Memeriksa prasyarat pendidikan kejuruan dan merencanakan pendidikan kejuruan
  2. Mempersiapkan pendidikan kejuruan dan merekrut pemagang yang cocok
  3. Melaksanakan pendidikan kejuruan secara praktis
  4. Menyelesaikan pendidikan kejuruan (monitoring & evaluating)

Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan lebih memahami pentingnya keberadaan pelatih tempat kerja dan dapat berperan secara aktif sebagai pelatih tempat kerja di dunia industri demi kemajuan Indonesia.

Peran Penting Pelatih Tempat Kerja Dalam Dunia Industri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram