Berbicara tentang bisnis kuliner, hari-hari belakangan ini merupakan masa-masa sulit bagi banyak pebisnis kuliner untuk menentukan pilihan antara mempertahankan kualitas yang ada atau melakukan efisiensi terhadap produknya. Mempertahankan kualitas di saat harga bahan baku melonjak sangat bisa jadi akan berdampak pada kenaikan harga. Di sisi lain, melakukan efisiensi terhadap kualitas produk yang selama ini ada juga akan berpengaruh pada kepuasan pelanggan. Sungguh suatu dilema.

Hampir semua pebisnis tahu bahwa pilihan yang sebaiknya diambil adalah mempertahankan kualitas produk dengan resiko penyesuaian harga. Tapi penyesuaian harga juga bukan tanpa resiko. Bisnis yang belum memiliki basis pelanggan yang loyal tentu akan berhadapan dengan kemungkinan penurunan omset akibat kaburnya pelanggan.

Lalu, bagaimana solusinya?

Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi dilema ini, yaitu:

  1. Pahami Karakteristik Pelanggan

Sebagai pemilik bisnis, kita tentu paham betul positioning bisnis kita. Apakah bisnis kita melayani pelanggan low-end, middle class atau premium, yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Bahasan mengenai perilaku konsumen bisa dibaca di sini.

Jika bisnis kita melayani pelanggan premium yang memiliki karakteristik mengutamakan kualitas, maka jangan sekali-kali bermain dengan kualitas produk. Sedikit saja perubahan pada takaran produk atau kita mencoba mensubstitusi suatu bahan dengan bahan yang lebih murah, pelanggan kita akan dapat merasakan.

  1. Bangun Database Pelanggan

Database pelanggan merupakan suatu alat yang bisa digunakan untuk membangun kedekatan dengan pelangan. Apalagi hari ini tugas membangun database pelanggan ini bisa dibantu dengan menggunakan aplikasi pencatatan penjualan berbasis digital. Dari sini kita bisa meminta feedback dari pelanggan mengenai kualitas produk kita. Selain itu, kita juga bisa memantau aktivitas pelanggan dalam bisnis kita, semisal berapa kali berbelanja dalam sebulan, produk apa saja yang mereka beli dan sebagainya. Bahasan mengenai database pelanggan bisa dibaca di sini.

  1. Miliki Diferensiasi Produk Yang Kuat

Diferensiasi produk yang kuat merupakan alasan utama pelanggan untuk tetap menggunakan produk kita. Apalagi jika tingkat kompetisi untuk produk sejenis tinggi. Diferensiasi produk yang kuat membuat pelanggan tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan produk kita.

  1. Utamakan Kepuasan Pelanggan

Jangan sampai kita melakukan efisiensi terhadap kualitas produk yang akibatnya justru menghantam balik ke bisnis kita akibat kaburnya pelanggan. Pelanggan yang kecewa dengan kualitas produk kita dipastikan tidak akan kembali lagi. Sedangkan mengakuisisi pelanggan baru juga memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

  1. Lakukan Efisiensi Pada Proses

Jika ingin melakukan efisiensi, maka kita bisa melakukannya pada proses. Bukan pada bahan baku (input) dan produk hasil akhir (output). Dalam hal ini kita bisa mengevaluasi keseluruhan proses produksi yang mungkin bisa kita pangkas. Sehingga proses produksi lebih efisien, karyawan bisa menghasilkan lebih banyak produk, secara otomatis akan berpengaruh pada peningkatan omset bisnis kita.

Quality VS Efficiency

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram