Di artikel sebelumnya kita sudah membahas Penerapan Content Marketing Untuk UMKM. Selain content marketing, ada lagi skill yang perlu dikuasai oleh para pelaku UMKM dalam rangka meningkatkan omzet penjualan, yaitu copywriting.

Secara definisi, copywriting adalah konten yang dibuat dengan tujuan untuk menjual atau mempromosikan produk. Jadi, copywriting sebenarnya adalah bagian dari content marketing. Jika content marketing lebih bersifat softselling dengan membangun brand awareness dan brand loyalty, maka copywriting lebih bersifat hardselling alias berjualan secara langsung dan terang-terangan menawarkan produk kepada konsumen.

Bayangkan kita mendapati postingan di media sosial kita yang menawarkan produk “Dijual produk ‘XYZ’, barang berkualitas, dst, minat hubungi xxx”. Penawaran semacam itu tentu akan mengurangi minat kita untuk membeli produk, kecuali produk tersebut memiliki value yang tinggi bagi kita. Oleh karena itu, meskipun terang-terangan menawarkan produk, kalimat-kalimat penawaran dalam copywriting tentunya harus disusun sedemikian rupa agar tujuan copywriting, yaitu menghasilkan omzet, dapat tercapai.

Beberapa tujuan copywriting yang harus kita fahami sebelum menawarkan produk:

  1. Merangsang konsumen untuk terus membaca dan mengklik iklan kita

Konsumen tentunya ingin tahu spesifikasi produk yang akan mereka beli. Masalahnya, sebagian besar konsumen malas membaca deskripsi produk yang panjang dan tidak menarik. Untuk itu, kita harus pandai-pandai menyusun kalimat copywriting yang menggoda, merangsang rasa ingin tahu konsumen dan membuat konsumen merasa nyaman membaca hingga akhir.

2. Menggali impian besar (big dream) dan titik sakit (pain point) dari konsumen

Copywriting yang kita buat harus mampu menggali impian terbesar konsumen kita, misalnya memiliki rumah mewah dengan harga murah, atau jaminan keamanan investasi di hari tua. Jika kita mampu menggali impian terbesar yang dimiliki konsumen kita, maka akan memudahkan konsumen untuk membuat keputusan membeli. Atau kita juga bisa mengeksplorasi titik sakit (pain point) atau kerugian yang akan dialami konsumen jika tidak segera membeli produk kita.

3. Menghasilkan transaksi penjualan

Tujuan akhir dari copywriting adalah mendorong keputusan konsumen untuk membeli produk. Sehingga di bagian akhir dari copywriting harus kita selipkan elemen call-to action yang akan memudahkan konsumen untuk menghubungi kita dan melakukan order produk.

Lalu, topik tulisan apa saja yang bisa kita gunakan untuk content marketing dan copywriting?

Berikut beberapa materi yang bisa dijadikan bahan content marketing dan copywriting:

  1. Keunggulan produk
    • Bahan baku
    • Kualitas produk
    • Kemasan
    • Keunikan produk
    • Cara penggunaan
  2. Proses produksi
    • Peralatan dan mesin produksi
    • Higienitas proses produksi
    • Alur produksi
    • Gudang penyimpanan
  3. Value bisnis
    • Program peduli sesama
    • Bantuan pada korban bencana
    • Tim yang solid
  4. Layanan konsumen
    • Kenyamanan ruang layanan
    • Keramahan customer service
  5. Testimoni pelanggan
    • Pelanggan yang puas
    • Artis endorser
    • Pejabat pemerintah
  6. Legalitas
    • Sertifikat halal
    • Sertifikat ISO
    • Sertifikat organik
Beda Copywriting Dan Content Marketing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram