Salah satu faktor penting dalam pengembangan bisnis adalah mengetahui posisi bisnis kita saat ini di tengah-tengah persaingan bisnis yang begitu ketat dengan banyaknya kompetitor yang bermunculan di sekitar kita. Dengan mengetahui posisi bisnis kita saat ini, kita dapat menentukan langkah-langkah strategi pengembangan bisnis ke depan yang seharusnya kita ambil.

3 faktor yang sangat perlu diperhitungkan dalam penentuan posisi bisnis kita adalah:

  1. Kebutuhan konsumen yang kita layani
  2. Apa yang bisa kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen kita
  3. Apa yang bisa dilakukan kompetitor bisnis sejenis yang melayani pangsa pasar yang sama

Dari 3 faktor itu, akan terjadi irisan-irisan persinggungan yang konsekuensinya dapat kita gunakan untuk menentukan arah bisnis kita, yaitu;

The Winning Zone

Jika kita bisa memenuhi kebutuhan konsumen kita, sedangkan kompetitor kita tidak bisa, maka di situlah letak The Winning Zone, zona kemenangan bisnis kita. Inilah yang diharapkan dari semua bisnis: berada di zona lautan biru (blue ocean) di mana persaingan relatif kecil dan bisa kita kendalikan.

The Losing Zone

Jika kompetitor bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkan pasar, sedangkan kita tidak bisa, maka kita akan berada di area The Losing Zone, yaitu zona kekalahan yang fatal. Konsumen akan beralih ke kompetitor dan bisnis kita terancam tenggelam dan hilang.

The Risky Zone

Jika bisnis kita dan kompetitor kita sama-sama bisa memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang sama, maka kita akan terjebak di area The Risky Zone, yaitu zona kompetisi lautan merah (red ocean) yang berdarah-darah. Perang diskon, banting harga, marjin keuntungan yang tipis selalu menghantui setiap langkah bisnis kita.

Jika bisnis kita berada di The Risky Zone, maka kita harus melakukan langkah-langkah inovasi dengan memberi nilai tambah pada bisnis kita yang belum dimiliki atau dilakukan oleh kompetitor sehingga kita bisa keluar dari zona yang penuh resiko dan persaingan ketat ini menuju The Winning Zone.

The Dump Zone

Asal jangan sampai kita terjebak di area The Dumb Zone (zona dungu) di mana kita dan kompetitor sama-sama terjebak dalam bisnis yang produknya tidak dibutuhkan oleh konsumen. Celakanya, kondisi ini justru banyak terjadi pada para pelaku UMKM yang biasanya memproduksi barang berdasar kemampuan memproduksi atau membuat sesuatu (product driven), bukan berdasar kebutuhan pasar (market driven). Capek-capek produksi, susah payah memasarkan, bersaing dengan banyak produk sejenis, bersaing harga, eeehh.. ujung-ujungnya tetap sulit berkembang

Jika berada di zona ini, kita bisa mempertimbangkan untuk meninggalkan bisnis ini dan beralih ke bisnis yang produknya lebih dibutuhkan pasar.

Di Manakah Posisi Bisnis Kita Saat Ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram