Salah satu strategi pemasaran yang teruji kehandalannya sejak jaman dulu hingga kini adalah storytelling marketing. Strategi pemasaran dengan metode menuturkan kisah atau cerita dari suatu produk ini terbukti mampu mengangkat angka penjualan suatu produk. Storytelling marketing cenderung menggunakan teknik softselling yang menawarkan produk secara halus, tidak seperti teknik hardselling yang secara langsung menawarkan produk dengan mendeskripsikan spesifikasi dan harga produk. Jadi bisa dibilang storytelling marketing ini lebih menyentuh sisi emosional calon pembeli dibanding sisi rasionalnya.

Kita tentu pernah menyaksikan iklan televisi yang mengisahkan rombongan tamu dari Jepang yang berkunjung ke sebuah perusahaan di Indonesia. Saat berada di dalam lift, aliran listrik padam. Terjadi kepanikan. Pimpinan perusahaan bertanya kepada stafnya apakah ada yang bisa berbahasa Jepang untuk menenangkan kepanikan tamu di dalam lift. “Ada yang bisa ngomong Jepang?”. Para staf saling berpandangan. Akhirnya, seorang staf mengangkat tangannya malu-malu, menyatakan kesanggupan ngomong Jepang, maju mendekat ke arah lift dan berteriak, “Jepang…!!”. Semua orang pun terbengong. Lalu muncul pesan agar banyak minum air mineral merek tertentu untuk menghindari kehilangan konsentrasi akibat dehidrasi.

Itulah contoh konsep storytelling marketing. Selama iklan, tidak nampak penawaran produk secara eksplisit. Produk hanya muncul sekilas di sela atau di akhir iklan, itu pun tanpa deskripsi detil mengenai produk, baik komposisi produk, benefit yang ditawarkan ataupun keunggulan produk.

Belakangan semakin banyak marketer yang memilih konsep storytelling marketing ini untuk mendekati pasarnya. Berikut beberapa alasan mengapa storytelling tetap menjadi salah satu strategi pemasaran favorit:

  1. Meningkatkan Brand Awareness

Beriklan dengan konsep storytelling ini lebih melekat di memori otak dan mudah diingat karena menyentuh sisi emosional pelanggan. Karenanya, pelanggan akan mudah mengingat kembali dan mengenali (aware) produk di antara pilihan produk-produk sejenis.

  1. Brand Loyalty

Salah satu target pasar yang tepat untuk disentuh dengan konsep storytelling marketing adalah konsumen premium yang lebih mengedepankan sisi emosional dalam menggunakan suatu produk. Ciri yang melekat pada pasar premium ini adalah tingkat loyalitas yang tinggi terhadap suatu brand. Jika sudah cocok dan nyaman menggunakan suatu brand, jarang sekali mereka berpindah ke brand lain.

  1. Engagement

Konsep cerita yang menarik dan sesuai dengan target pasar yang dituju tentunya dapat menimbulkan keterikatan emosional dengan konsumennya. Keterikatan emosional ini yang akan membuat konsumen membeli berulang, membantu merekomendasikan produk ke komunitasnya dan menungu-nunggu hadirnya varian produk baru.

  1. Entertainment

Konsep storytelling marketing memberikan kebebasan seluas-luasnya pada para marketer untuk sentuhan kreativitas pada penawaran produknya. Kreativitas yang menarik tentunya yang memberikan nilai hiburan (entertainment) yang tinggi. Nilai entertainment dalam penawaran produk inilah yang menjadikan engagement yang kuat bagi konsumen pengguna produk.

Storytelling Marketing: Teknik Pemasaran Ampuh Sepanjang Masa (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram