Wilayah Desa Tamban, Kecamatan Pakel dulunya dikenal sebagai sentra industri kerajinan kulit di Kabupaten Tulungagung. Banyak warga yang memproduksi sepatu, tas, dompet, ikat pinggang dan kerajinan kulit lainnya. Tapi saat ini, hanya tinggal beberapa warga saja yang masih konsisten dengan profesi ini, termasuk Wahyu pemilik brand OI-Maltra. Di tengah kesulitan memasarkan produk dan mengembangkan area pemasaran, OI-Maltra yang usia usahanya sudah 5 tahun ini tetap konsisten dan komitmen melayani ceruk pasar yang masih ada. Dengan kapasitas produksi 100 buah dompet dan tas per bulan, saat ini OI-Maltra hanya melayani pesanan pelanggan tetap dari Surabaya, Yogya dan Kalimantan.

Untuk produksi, OI-Maltra bersinergi dengan warga sekitar yang dulunya pengrajin kulit untuk membantunya dengan sistem borongan jika sewaktu-waktu pesanan menumpuk. Di rumah produksinya sendiri ada 3 orang karyawan yang setiap hari mengerjakan pesanan yang masuk. Di ruang produksinya terdapat mesin jahit, alat press dan beberapa alat produksi lainnya. Produk yang dihasilkan OI-Maltra ini bisa dibilang produk premium dengan kualitas jahitan yang halus.

Tantangan ke depan bagi OI-Matra adalah bagaimana meningkatkan volume penjualan dan mengembangkan area pemasaran dengan memanfaatkan strategi pemasaran online yang selama ini belum tersentuh oleh OI-Maltra.

Untuk mencapai target itu, beberapa langkah yang akan ditempuh adalah:
1. Meningkatkan promosi penjualan melalui Facebook dan Instagram dengan menambahkan tagar (#) yang sesuai dengan pasar yang dituju
2. Bersinergi dengan pemuda di lingkungan sekitar sebagai tenaga pemasaran online freelance
3. Menambah saluran penjualan dengan menggunakan marketplace (Tokopedia, Buka Lapak, Shopee) dan Qlapa (marketplace khusus craft)

4. Membidik segmen pasar premium untuk meningkatkan omzet penjualan

Kerajinan Kulit OI Maltra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram