Produk kripik usus Bu Siti Aisyah enak, renyah, sampai-sampai sulit menghentikan ngemil testernya.. hehe.. Pantas saja jika penjualannya cukup banter. 600-800 pack ukuran kecil per hari unt konsumsi pasar middle low. Sistem penjualan dititipkan di warung-warung seputaran Tulungagung dengan menggunakan jasa 2 orang tenaga penjualan. di samping 2 orang tenaga penjualan ini, Bu Siti Aisyah masih turun tangan sendiri menjual produknya untuk wilayah yang dekat rumahnya. Pemasaran online masih coba-coba dan skala penjualan masih belum signifikan.

Untuk meningkatkan omzet penjualan dan mengatasi kejenuhan pasar, beliau menambah varian produk dengan kripik jamur dan kripik pare. Hal ini untuk mengantisipasi keterbatasan bahan baku usus yang kadang sulit didapat. Selain itu, Bu Siti Aisyah juga melakukan penambahan tenaga penjualan untuk memperluas area pemasaran.

Hal terpenting yang belum dilakukan Bu Siti Aisyah dalam bisnisnya adalah membangun database dan melakukan pencatatan produksi. Dan ini merupakan kelemahan sebagian besar (atau bahkan hampir semua) pengusaha mikro. Sehingga, tugas penting dalam jangka waktu dekat bagi Bu Siti Aisyah adalah 2 (dua) hal tersebut:

  1. Membangun database untuk warung-warung yang dititipi produknya, meliputi: pencatatan nama pemilik warung, alamat dan kontaknya, target coverage warung dalam 1 area, target kunjungan ke warung baru untuk dititipi produk, mengetahui feedback dari tiap warung yang dititipi.
  2. Melakukan pencatatan produksi, mulai dari pembelian bahan baku, penimbangan produk, produk yang retur dan sebagainya.

Tetap semangat ya Bu Siti Aisyah..!!

Fokus pada target ke depan, yakin sukses..!!

Kripik Usus Bu Siti Aisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram