Secara tampilan, tas handmade produksi Tangan Moya bisa dikategorikan rapi dalam hal jahitan, bahan yang digunakan juga kelas premium. Hal ini sesuai dengan pasar bidikan Tangan Moya yang menyasar pasar premium. Dalam hal saluran komunikasi pemasaran yang dipilih dan foto produk juga sudah cukup bagus.

Kendala utama yang dihadapi Tangan Moya adalah masalah produksi. Saat ini semua proses produksi masih ditangani sendiri, mulai pembelian bahan baku, pemotongan, penjahitan hingga finishing. Padahal, untuk memproduksi 1 buah tas dibutuhkan waktu 2-3 hari tergantung tingkat kesulitan. Praktis, dalam 1 bulan Tangan Moya hanya mampu memproduksi maksimal 15 buah tas.

Sedangkan untuk merekrut tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan Tangan Moya tidak mudah. Beberapa kali usaha rekrutmen dilakukan tapi belum membuahkan hasil.

Untuk mengatasi kendala itu, langkah-langkah yang ditempuh oleh Tangan Moya adalah:

1. Bekerjasama dengan produsen tas lain yang kualifikasinya memenuhi syarat.

2. Mengadakan pelatihan membuat tas untuk mencari bibit-bibit tenaga kerja baru.

3. Bekerjasama dengan lembaga pelatihan atau Balai Latihan Kerja.

Untuk meningkatkan nilai jual produknya, Tangan Moya akan memproduksi varian tas baru dengan konsep eksklusif yang akan digunakan untuk masuk ke pangsa pasar premium.

Tas Etnik Tangan Moya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram