Jika ditanya kendala yang dihadapi dalam pengembangan bisnis, hampir semua pebisnis startup menjawab 2 hal: pemasaran dan permodalan. Pemasaran dan permodalan seakan menjadi momok yang mengerikan bagi pebisnis, terutama yang berbasis produksi.

Dan, jika digali lebih dalam lagi di bidang permodalan, muncul kendala berikutnya yang tak kalah peliknya, yaitu bankability (kelayakan penilaian perbankan) dan agunan. Kedua kendala tersebut muncul karena sebagian besar pebisnis menggantungkan masalah permodalan pada perbankan. Sedangkan seperti diketahui secara umum bahwa perbankan terikat oleh aturan-aturan yang harus ditaati dalam rangka penilaian kelayakan pengajuan pinjaman.

Lalu, bagaimana solusinya?

Sebenarnya, jika jeli melihat peluang, banyak sekali solusi permodalan yang bisa kita dapatkan dari sektor non perbankan. Di sini kita membatasi solusi permodalan yang bukan dari orang tua, mertua, dan anggota keluarga lainnya ya. He.. he..

Beberapa solusi permodalan non perbankan yang bisa kita akses, diantaranya:

a. Investor

Investor di sini bisa jadi perorangan pemilik modal atau sekelompok orang yang bersepakat mengumpulkan modal bersama untuk membiayai usaha-usaha yang layak sesuai tujuan mereka. Jika kita mampu menyajikan suatu rencana bisnis yang feasible dan meyakinkan investor bahwa bisnis kita benar-benar layak dan menghasilkan profit, bukan tidak mungkin investor akan menggelontorkan sejumlah dana untuk membiayai bisnis yang kita tawarkan. Ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

Pola kerjasama dengan investor ini bisa berbagai macam, tergantung kesepakatan kita dengan investor dan akan kita bahas di tulisan yang lain.

b. Program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perusahaan & BUMN

Pemerintah mewajibkan setiap perusahaan untuk menyisihkan sebagian laba bersihnya dan menyalurkan ke masyarakat sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) atau lazim disebut CSR (Corporate Social Responsibility). TJSL ini bisa berupa program pemeliharaan lingkungan atau bisa juga berupa program peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar perusahaan tersebut. Di lingkup BUMN, seperti Telkom, Pegadaian, PLN dan sebagainya, program CSR ini disalurkan dengan nama PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

Nah, program CSR yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat inilah yang bisa diakses sebagai solusi permodalan non perbankan. Perusahaan biasanya menyalurkan dana tersebut dalam bentuk dana bergulir sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat. Selain dana bergulir, penyaluran dana CSR ini bisa juga berupa peningkatan kapasitas usaha dalam bentuk berbagai macam pelatihan dan perluasan jaringan pemasaran dengan menyertakan peserta binaan ke berbagai expo.

Bahkan, beberapa Pemerintahan Daerah sudah membentuk Forum CSR untuk memastikan bahwa CSR dari perusahaan tersalurkan sesuai program pembangunan daerah yang bersangkutan.

c. Kompetisi bisnis

Kompetisi bisnis biasanya menawarkan hadiah sejumlah uang yang bisa digunakan untuk menambah modal usaha. Untuk itu, para pebisnis sudah selayaknya melirik potensi kompetisi bisnis ini sebagai solusi permodalan non perbankan. Misalnya, Diplomat Success Challenge yang menawarkan total hadiah Rp. 2 milyar bagi para pemenangnya. Dan biasanya hadiah ini berupa dana hibah yang tidak perlu dikembalikan.

Apalagi saat ini banyak sekali kompetisi bisnis yang rutin diselenggarakan tahunan dan bisa diikuti oleh para pebisnis penyuka tantangan. Bahasan lengkap mengenai strategi memilih kompetisi yang tepat bisa dibaca di sini.

Selain sarana mendapatkan tambahan modal, banyak manfaat lain dari kompetisi bisnis yang bisa dipetik. Di antaranya:

1. Menguji nyali dan kemampuan diri

2. Menguji kapasitas bisnis

3. Menambah ilmu

Solusi Permodalan Non Perbankan Bagi Pebisnis Startup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram