Kampung Inggris di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, telah menjadi sesuatu yang fenomenal. Tidak ada yang menyangka bahwa lembaga kursus bahasa Inggris Basic English Course (BEC) yang awalnya sangat sederhana mampu menginduksi Desa Pelem menjadi wilayah yang sangat hidup dari segi ekonomi dan memberi nafas bagi berbagai bisnis di Pare secara keseluruhan.

Berbagai lembaga kursus bahasa Inggris saat ini tumbuh berkembang di sana, bahkan sudah mulai merambah ke kursus bahasa Arab. Peserta kursus bukan hanya dari wilayah Karesidenan Kediri, tapi banyak berdatangan dari luar kota dan pulau. Kata seorang teman, saat ini Kampung Inggris beralih dari sekedar tempat belajar bahasa Inggris menjadi sebuah “life style” bagi orang-orang kota besar. “Eeehh, liburan ini kursus ke Kampung Inggris yuk..!!” atau “Sudah pernah kursus ke Kampung Inggris atau belum..?!” menjadi kalimat yang punya gengsi tersendiri untuk diucapkan.

Dengan fenomena seperti itu, tak heran jika hampir semua sektor bisnis tumbuh subur di sana. Mulai lembaga kursusnya sendiri, berimbas pada bisnis properti untuk penyediaan tempat tinggal atau rumah kos bagi para siswa, bisnis kuliner, bisnis fashion, hingga bisnis pendukung lainnya, seperti laundry dan penyewaan sepeda angin. Semua hidup..!!

Menyikapi pertumbuhan pasar yang sangat fenomenal ini, tentunya menjadi PR tersendiri bagi penyedia jasa kursus. Jika tidak memiliki nilai tambah dibanding lembaga kursus yang lain, maka siap-siap memasuki “bleeding market” dengan kompetisi berdarah-darah. Tapi, Mister Toto Sudarmanto, owner Global English, memiliki strategi tersendiri untuk menghindari “bleeding market” itu. Dia mengambil spesialisasi kursus di bidang akademik dan sertifikasi IELTS, dua hal yang tidak dimiliki lembaga kursus lainnya.

 

“Lembaga kursus di sini kebanyakan grammar dan conversation. Makanya, saya arahkan lembaga saya ke bidang akademik, seperti pembuatan paper, jurnal ilmiah dan sejenisnya. Belum ada lembaga yang mengambil segmen itu. Selain itu, kami juga satu-satunya lembaga sertifikasi resmi IELTS”, ulas beliau. Alhasil, dengan strategi yang diterapkan itu, saat ini Mister Toto Sudarmanto tetap berada di wilayah blue ocean competition. Sehingga beliau bisa fokus ke pengembangan bisnis yang lain, yaitu bisnis properti dan kuliner.

Congrats, Mister Toto..!!

Mengisi Ceruk Pasar Yang Kosong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram