Menggarap pemasaran berbasis komunitas memang sangat menarik.

Sebagai pebisnis startup, tujuan untuk bergabung di suatu komunitas tentunya adalah untuk mengembangkan bisnis startup yang dimiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga, sangat disarankan untuk bergabung di komunitas bisnis yang sesuai dengan minat dan bisnis yang sedang dikembangkan. Jangan menyia-nyiakan waktu bergabung di suatu komunitas tanpa suatu tujuan yang jelas. Misalnya, bergabung di suatu komunitas yang hanya berpindah-pindah tempat nongkrong dari kafe satu ke kafe lainnya.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari suatu komunitas bisnis, seorang pebisnis startup harus tahu manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari suatu komunitas bisnis.

Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan aktif berkomunitas, yaitu:

  1. Upgrade Skill Bisnis

Meningkatkan kapasitas skill atau keahlian dalam mengelola bisnis merupakan kebutuhan setiap pebisnis yang ingin usahanya berkembang. Dan ini merupakan manfaat tak langsung yang bisa diperoleh dari berkomunitas.

Dengan rutin mengikuti program pembelajaran yang diadakan oleh komunitas, baik berupa seminar, training atau pun workshop, seorang pebisnis startup akan mendapat banyak tambahan ilmu yang bisa diterapkan pada bisnis startupnya, baik secara teknis maupun manajerial.

  1. Menjaga motivasi berbisnis

Tak selama motivasi bisnis terjaga stabil. Ada kalanya seorang pebisnis startup mengalami kejenuhan, kehilangan arah atau down saat mengalami kegagalan. Berada dalam suatu komunitas yang positif sangat diperlukan untuk menjaga motivasi dalam menjalankan bisnis startup .

Dengan bertemu banyak orang dalam suatu komunitas, setidaknya seorang pebisnis startup tidak merasa jumawa saat bisnisnya sedang bersinar terang, karena mungkin ada orang lain dalam komunitas tersebut yang lebih sukses dibanding bisnis startupnya. Pun, saat mengalami kegagalan, dengan berbagi cerita di komunitas mungkin akan merasa terhibur karena ternyata ada orang lain yang lebih terpuruk.

  1. Mentoring Bisnis

Tidak ada juara dunia dalam bidang apapun yang tidak memiliki pelatih. Semua juara pasti punya pelatih. Demikian juga seorang pebisnis startup dan ingin sukses dalam berbisnis, maka harus memiliki seorang pelatih atau mentor.

Keberadaan seorang mentor dapat membantu bisnis startup yang baru berjalan. Fungsi mentor bagi bisnis startup adalah membimbing dan mengarahkan dalam setiap langkah yang diambil sehingga lebih terarah. Kenapa bisa begitu? Karena seorang mentor sudah pernah mengalami fase startup sehingga tahu kendala apa saja yang akan dihadapi beserta langkah-langkah antisipasinya.

Nah, usahakan untuk menemukan dan bergabung dengan komunitas di mana banyak pebisnis sukses yang ingin berbagi ilmu dan pengalaman dengan cara menjadi mentor dan belajarlah banyak dari mereka.

  1. Meet The Investor

Bukan suatu hal yang mustahil bila seorang pebisnis startup menemukan investor bagi bisnis startupnya di dalam komunitas yang diikuti. Bila seorang pebisnis startup memiliki bisnis yang prospektif dan mampu membuat perencanaan bisnis yang feasible, bisa jadi satu atau beberapa anggota komunitas berminat menjadi investor proyek yang ditawarkan.

  1. Database

Bergabung di suatu komunitas yang kondusif dan kredibel akan memberikan akses yang luas untuk memperoleh data yang mendukung bisnis startup yang bsedang dikembangkan. Data itu bisa berupa pemasok bahan baku, reseller, calon konsumen bahkan hingga investor. Semakin besar skala komunitas yang diikuti, semakin besar pula potensi data yang didapatkan oleh seorang pebisnis startup.

  1. Trade exhibition

Trade exhibition merupakan satu cara ampuh untuk memperluas jangkauan bisnis startup. Dengan mengikuti trade exhibition, bisnis startup akan dikenal lebih banyak orang. Komunitas yang aktif biasanya memiliki agenda untuk mengikuti trade exhibition dan memfasilitasi anggotanya dengan menyediakan stand bersama sehingga bisa menghemat biaya. Di samping untuk memfasilitasi anggota komunitas, mengikuti trade exhibition juga penting untuk mengenalkan keberadaan komunitas itu sendiri.

  1. Cross promotion

Cross promotion adalah kesepakatan untuk saling mempromosikan bisnis antar anggota komunitas. Cross promotion bisa didapatkan bila seorang pebisnis startup bergabung dalam komunitas heterogen yang terdiri dari banyak bisnis yang beragam.

  1. Internal trading

Di antara anggota komunitas tentu saling membutuhkan produk. Dalam pemasaran berbasis komunitas, alangkah nyamannya jika kebutuhan itu dipenuhi dari anggota internal komunitas dulu sebelum mencari kebutuhan tersebut dari luar komunitas.

Bisa jadi ada anggota komunitas yang mendapat suatu proyek pekerjaan dan tidak bisa memenuhi, kemudian melempar penawaran kepada siapa saja anggota komunitas lain yang bisa memenuhi. Jika seorang pebisnis startup bisa memenuhi proyek pekerjaan itu karena sesuai dengan spesifikasi bisnisnya, silakan ambil peluang itu. Dalam hal ini, tentunya seorang pebisnis startup harus siap berbagi keuntungan kepada pemberi pekerjaan.

 

Jangan Lupa Berkomunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram