Dari dua opsi berikut, mana yang Anda pilih:

  1. Setiap saat mencari pelanggan baru

Atau

  1. Merawat pelanggan lama untuk melakukan repeat order

 

Secara logika, tentu pilihan no. 2 yang lebih menguntungkan.

Kenapa?

Tentu saja karena biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan pelanggan baru jauh lebih besar dibandingkan biaya yang diperlukan untuk merawat pelanggan lama.

Untuk mendapatkan pelanggan baru, Anda mungkin harus berpromosi dengan cara memasang iklan di surat kabar dan radio, memasang iklan berbayar di media sosial seperti Facebook dan Instagram, mencetak dan menyebarkan brosur dan lain sebagainya.

Yang mungkin jarang Anda sadari bahwa setiap pelanggan memiliki “harga”. Ya, semua biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan seorang pelanggan, itulah “harga” pelanggan Anda.

Misalnya, untuk meningkatkan kunjungan ke bisnis Anda, Anda memasang iklan di surat kabar lokal dengan biaya Rp. 1.000.000,- selama sebulan. Ternyata, dalam sebulan itu Anda mendapatkan pelanggan baru sebanyak 50 orang. Maka, bisa dikatakan, biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan seorang pelanggan dengan memasang iklan di surat kabar lokal itu adalah Rp. 1.000.000,- / 50 orang = Rp. 20.000,- / orang.

Nah, sekarang tinggal dikonversikan ke besaran profit penjualan produk.

Misalnya, profit penjualan Rp. 5.000,-/produk, berarti profit itu belum bisa menutup biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan 1 pelanggan. Jangankan impas, malah masih rugi.

Solusinya, Anda harus bisa membuat pelanggan melakukan repeat order minimal 4x pembelian untuk mencapai titik impas biaya promosi. Atau bahkan melakukan repeat order berkali-kali dan mendatangkan keuntungan buat bisnis Anda.

Nah, untuk mengelola repeat order pelanggan tentunya Anda memerlukan database pelanggan yang pernah melakukan pembelian di bisnis startup Anda supaya Anda bisa menghubungi para pelanggan Anda tersebut.

Di sinilah pentingnya Anda memiliki database pelanggan.

Apa manfaat lain yang bisa diperoleh dari database pelanggan, selain untuk mengelola repeat order?

Berikut manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membangun database pelanggan, di antaranya:

  1. Mengelola repeat order pelanggan

Dengan mengetahui kebiasaan membeli seorang pelanggan, terutama frekuensi pembelian dan item produk yang dibeli, Anda bisa lebih berkonsentrasi pada upaya mengingatkan pelanggan tersebut untuk melakukan pembelian ulang.

  1. Mengoptimalkan profit yang lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah dari pelanggan yang melakukan repeat order.

Upaya untuk mendapatkan konsumen awal yang berminat menggunakan produk Anda tentunya dibutuhkan biaya ekstra, utamanya biaya iklan.

Dengan memanfaatkan database pelanggan, Anda bisa mereduksi biaya iklan secara signifikan karena Anda hanya menghubungi orang yang sudah pernah menggunakan produk Anda dan mendorong mereka untuk melakukan repeat order.

  1. Mendapatkan manfaat tidak langsung dari pelanggan, seperti dari referensi

Pelanggan yang merasa puas dan nyaman dengan layanan yang Anda berikan tentu akan merekomendasikan produk Anda ke keluarga, kerabat, teman kerja atau pun komunitasnya. Ini tentunya akan sangat menguntungkan karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya iklan. Anda bisa secara langsung meminta referensi dari pelanggan Anda, atau bisa juga berupa program promo yang menarik sehingga pelanggan Anda tertarik untuk menyebarkan info promo tersebut ke koleganya.

  1. Memperoleh komitmen pelanggan untuk menjalankan bisnis kita

Bukan tidak mungkin pelanggan yang cocok dengan produk Anda, terutama yang memiliki jiwa bisnis, akan tertarik untuk ikut menjalankan bisnis Anda, baik sebagai distributor, agen maupun reseller. Anda dapat memberikan prioritas keagenan pada pelanggan yang ada di database Anda.

Membangun Database Pelanggan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Instagram