Tulisan ini dibuat dalam rangka Lomba Cerita Pendek yang diselenggarakan oleh Penerbit Cakrawala Satria Mandiri dengan tema : Cerita Inspirasi di Masa Pandemi

Di awal pandemi covid-19 mulai merebak di Indonesia, yaitu awal bulan Maret 2020, yang terjadi adalah kepanikan dalam menghadapi pandemi. Berbagai tindakan dan langkah diambil untuk mencegah semakin meluasnya pandemi dan menekan angka kematian yang diakibatkan oleh virus covid-19. Pemerintah menyikapi pandemi dengan membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Gerakan 3M (menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak) diluncurkan dan disosialisasikan secara masif melalui berbagai media. Penyemprotan cairan desinfektan pun menjadi hal yang lumrah dilakukan. Kegiatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan orang banyak dan berpotensi menjadi pusat penyebaran virus, seperti sekolah dan perkantoran, lokasi wisata, tempat ibadah, pasar dan pusat perbelanjaan, pernikahan, pertunjukan musik, pelatihan dan kegiatan-kegiatan serupa, dibatasi dengan prosedur perijinan yang ketat. Bahkan, untuk menekan meningkatnya jumlah penderita covid-19 di suatu kota, beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam jangka waktu tertentu dengan mencegah warganya bepergian ke luar kota dan membatasi masuknya warga dari luar kota masuk ke wilayah tersebut.

Dampak dari berbagai kebijakan yang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 ini adalah lumpuhnya kegiatan ekonomi. Para pelaku ekonomi, terutama yang berskala mikro, menjerit akibat menurunnya pendapatan dengan sangat drastis. Tak sedikit di antara mereka yang harus berganti bidang usaha, bahkan menutup usaha, daripada harus menanggung kerugian yang berkepanjangan akibat tiadanya pendapatan, sedangkan biaya operasional terus berjalan. Untuk  mengatasi melemahnya sektor ekonomi yang berkepanjangan, pemerintah pun meluncurkan berbagai program stimulan untuk merangsang pergerakan ekonomi di masyarakat, seperti Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), menggiatkan pasar komunitas dan berbagai pelatihan keterampilan.

Bisnis saya yang berbasis pada pemberian pelatihan pemasaran daring untuk para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) pun tak luput dari dampak ekonomi pandemi covid-19 akibat banyaknya pelatihan luring yang dibatalkan. Tetapi, saya berkeyakinan bahwa dengan adanya pandemi covid-19 ini justru menjadi berkah tersembunyi bagi bisnis saya. Para pelaku UMKM yang sebelumnya enggan melakukan pemasaran daring dengan berbagai alasan (misalnya: tidak sempat akibat kesibukan produksi, perangkat gawai yang tidak mendukung, koneksi internet lemah, dan sebagainya), saat ini pasti akan bergerak dan aktif melakukan pemasaran daring agar usahanya dapat tetap bertahan dan berjalan. Yang perlu saya lakukan adalah memberikan edukasi kepada para pelanggan saya yang kebanyakan adalah lembaga pemerintahan dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM untuk mengubah format pelatihan luring menjadi pelatihan daring.

Dengan kecepatan mengedukasi pelanggan untuk beralih ke format pelatihan daring, alhamdulillah yang terjadi justru peningkatan permintaan pelatihan daring yang luar biasa. Tiada hari tanpa pelatihan daring. Dalam sehari saya dapat melayani dua hingga tiga jadwal pelatihan daring. Bahkan dalam beberapa kesempatan saya sempat memandu 2 pelatihan daring melalui WhatsApp Group dalam waktu yang bersamaan. Jangkauan wilayah layanan pelatihan pun meningkat. Wilayah-wilayah yang sebelumnya terkendala jarak yang cukup jauh untuk dijangkau dengan pelatihan luring, saat ini kendala tersebut menjadi tidak lagi relevan dengan format pelatihan daring.

Di masa pandemi covid-19 ini saya juga meluncurkan buku karya perdana saya, yaitu “25 Jurus Pemasaran Praktis untuk UMKM”, yang alhamdulillah cukup banyak diminati. Saat ini, saya sedang mempersiapkan buku kedua saya yang saya tulis secara cepat untuk menyikapi dampak pandemi covid-19 bagi para pelatih atau trainer.

Hikmah yang dapat dipetik dari adanya pandemi covid-19 ini adalah kemampuan beradaptasi yang akan membuat bisnis kita mampu bertahan, tetap berjalan, dan bahkan mengalami peningkatan. Seorang pebisnis dengan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) yang tertanam kuat dalam dirinya pasti akan mampu menemukan jalan keluar dari berbagai kendala yang dihadapi dengan menggali beragam kreativitas dan inovasi bisnis.

Memasuki bulan September 2020 sudah mulai banyak digelar pelatihan luring, terutama oleh lembaga pemerintahan. Beberapa teman seprofesi sudah mulai melakukan pemberian pelatihan secara luring dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti harus melakukan rapid test sebelum memberikan pelatihan, menggunakan masker dan pelindung muka selama memberikan materi pelatihan dan sebagainya. Bahkan ada seorang pelatih yang berkisah bahwa dirinya divonis positif covid-19 setelah melakukan perjalanan keliling ke beberapa daerah untuk memberikan pelatihan dan menghadapi semua prosedur dan proses perawatan dan pemulihan kondisi kesehatan di rumah sakit dengan relatif santai. Saya sendiri masih lebih nyaman dengan format pelatihan daring, meskipun tidak akan menolak jika ada permintaan untuk memberikan pelatihan dengan format luring.

Saya sangat percaya bahwa virus covid-19 itu benar-benar ada. Saya juga sangat meyakini bahwa setiap saat ada ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan, virus yang ukurannya sangat kecil itu memasuki tubuh kita tanpa bisa kita cegah. Bahkan meskipun kita rajin mencuci tangan, selalu menggunakan masker dan menjaga jarak, itu hanya merupakan upaya untuk mengurangi volume virus yang masuk ke tubuh kita. Tetapi, selama sistem imunitas tubuh kita berjalan dengan baik, maka tubuh kita akan mampu menahan serangan dan membunuh virus-virus yang masuk ke tubuh kita.

Tentunya kita tidak boleh meremehkan dan mengabaikan prosedur pencegahan covid-19. Semua itu harus tetap kita waspadai dan jalankan secara konsisten sebagai upaya mengurangi volume virus yang masuk ke tubuh kita. Sistem imunitas tubuh kita memiliki kapasitas maksimal untuk melawan virus, yang di dunia kesehatan disebut dengan istilah viral load. Agar sistem imunitas tubuh kita dapat berjalan dengan baik dan menangkal balik serangan virus yang masuk ke dalam tubuh, kita harus mampu mengelola stress, berolah raga secara proporsional dan menyediakan cukup waktu untuk beristirahat. Kelelahan yang berlebihan, ditunjang dengan manajemen stress yang buruk dan kurang berolah raga, akan semakin memberi peluang kepada virus yang memasuki tubuh kita untuk mengalahkan sistem imunitas tubuh kita.

Salah satu strategi mengelola stress adalah dengan tetap produktif mengisi hari-hari yang kita jalani. Lakukan berbagai hal positif dan menyenangkan yang dapat Anda kerjakan, entah itu menulis buku, berolah raga, merawat tanaman, bercengkerama bersama keluarga dan berbagai aktivitas produktif dan positif lainnya. Insya Allah kita semua akan berhasil melewati pandemi covid-19 dalam kondisi sehat, selamat dan sejahtera.

Salam sehat, bugar dan tetap produktif.

Produktivitas Tanpa Batas di Era Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Google+
http://coachfianda.com/2020/10/14/produktivitas-tanpa-batas-di-era-pandemi
Instagram